Beranda / Internasional / 34 Hari Konflik Iran-Israel-Amerika: Kronologi Serangan dan Dampak Regional yang Meluas

34 Hari Konflik Iran-Israel-Amerika: Kronologi Serangan dan Dampak Regional yang Meluas

Acehline.id | Konflik langsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang meletus pada 28 Februari 2026 kini memasuki hari ke-34. Operasi militer gabungan AS-Israel (dijuluki Operation Epic Fury) telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menghancurkan sebagian besar infrastruktur rudal dan nuklir Iran, serta memicu gelombang balasan rudal dan drone dari Iran ke Israel serta pangkalan AS di Teluk Persia.

Konflik ini bukan kejadian mendadak. Ia merupakan puncak ketegangan yang telah berlangsung sejak 2023–2025, melibatkan perang bayangan, serangan proxy Iran (Hamas, Hezbollah, Houthis, dan milisi Irak), serta dua ronde pertukaran langsung pada 2024 dan 2025. Menurut Council on Foreign Relations (CFR) dan Britannica, tujuan utama AS-Israel adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, menghancurkan program rudal balistik, serta melemahkan “poros perlawanan” Iran di kawasan. Iran menyebut serangan itu sebagai “agresi terbuka” dan “deklarasi perang”.

Hingga kini, ribuan korban sipil dan militer telah berjatuhan di Iran, Israel, Lebanon, Yaman, dan negara Teluk. Harga minyak global melonjak, Selat Hormuz hampir lumpuh, dan jutaan warga mengungsi. Berikut adalah daftar serangan utama secara kronologis dari semua pihak, dirangkum dari berbagai sumber.

Daftar Serangan Utama (2024–April 2026)

1. Serangan Israel & AS terhadap Iran dan Target Proxy (2024–2025)

  • 1 April 2024: Israel serang Konsulat Iran di Damaskus, Suriah → tewaskan 2 jenderal IRGC dan 5 penasihat militer.
  • 13–14 April 2024: Iran balas dengan >300 drone & rudal ke Israel (sebagian besar dicegat).
  • 19 April 2024: Israel balas serang sistem pertahanan udara Iran di Isfahan.
  • 31 Juli 2024: Israel bunuh pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Tehran.
  • 27 September 2024: Israel bunuh pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah di Beirut.
  • 26 Oktober 2024: Israel serang langsung Iran untuk pertama kali (target pertahanan udara & fasilitas rudal).
  • 13–24 Juni 2025 (Perang 12 Hari): Israel serang fasilitas nuklir & rudal Iran; AS ikut serang Fordow, Natanz, dan Isfahan dengan bom bunker-buster. Iran balas rudal ke Israel & pangkalan AS di Qatar. Gencatan senjata dicapai 24 Juni 2025.

2. Serangan Gabungan AS-Israel terhadap Iran (28 Februari 2026 – sekarang)

  • 28 Februari 2026: Operasi Epic Fury dimulai → hampir 900 serangan dalam 12 jam pertama. Target: fasilitas rudal, pertahanan udara, nuklir, dan markas IRGC. Korban penting: Ali Khamenei dan puluhan pejabat senior tewas. Serangan rudal AS juga hantam sekolah perempuan di Minab (dekat Bandar Abbas) → 170+ korban sipil (mayoritas anak perempuan).
  • 1–31 Maret 2026: Serangan lanjutan ke Isfahan, Tehran, Bushehr, dan pelabuhan rudal. Israel klaim hancurkan 1/3 stok rudal balistik Iran. AS serang depot bahan bakar dan pabrik baja.
  • Maret 2026 (berlanjut): Serangan ke situs warisan budaya UNESCO di Isfahan dan Tehran; Iran laporkan >80.000 lokasi sipil rusak, termasuk 260 fasilitas kesehatan.

3. Serangan Langsung Iran ke Israel & AS (Balasan 2024–2026)

  • April & Oktober 2024: Dua gelombang rudal balistik & drone besar-besaran ke Israel.
  • 28 Februari 2026 (malam): Iran luncurkan ratusan rudal balistik (Emad, Ghadr, Kheybar Shekan) & ribuan drone ke Israel (serangan ke Tel Aviv & Haifa) serta pangkalan AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UAE.
  • Maret 2026: Serangan berulang ke Tel Aviv (kerusakan jalan & bangunan sipil); serangan ke bandara Dubai dan kilang minyak Teluk. Iran kuasai Selat Hormuz secara de facto, tolak kapal dengan yuan China.
  • 1 April 2026: Rudal Iran hantam Tel Aviv lagi; negara Teluk (Kuwait, Bahrain, UAE, Saudi) laporkan jatuhkan puluhan drone & rudal Iran.

4. Serangan Proxy Iran (Hezbollah, Houthis, Milisi Irak)

  • Maret 2026: Hezbollah (Lebanon) serang Israel utara & Haifa dengan roket & drone → Israel balas serang Beirut selatan & invasi darat ke Lebanon selatan (Perang Lebanon 2026 dimulai).
  • 28 Maret 2026: Houthis (Yaman) resume serang Israel dengan rudal & drone; ancam blokir Bab el-Mandeb lagi.
  • Maret 2026: Milisi Irak (PMF) serang pangkalan AS di Irak & Suriah dengan drone.

Total korban (per akhir Maret 2026, estimasi):

  • Iran: >2.300 tewas (mayoritas sipil).
  • Israel: Puluhan tewas + ratusan luka.
  • Lebanon & Yaman: Ribuan pengungsi + ratusan korban.
  • Teluk: Kerusakan infrastruktur minyak & bandara.

Analisis Taktik dan Situasi Terkini (2 April 2026)

Menurut analis CFR dan Understanding War, AS-Israel berhasil melemahkan kemampuan rudal Iran secara signifikan, namun Iran tetap mampu meluncurkan serangan sporadis berkat stok cadangan dan dukungan proxy. Strategi Iran adalah “eskalasi horizontal” — tekan Teluk dan ekonomi global melalui Selat Hormuz agar AS-Israel kehabisan tenaga.

Presiden AS Donald Trump kemarin menyatakan operasi bisa selesai dalam “2–3 minggu” tanpa kesepakatan nuklir, dan menyerahkan pengamanan Hormuz ke negara Teluk. Iran menolak negosiasi langsung dan terus serang. Hezbollah membuka front kedua di Lebanon, sementara Houthis mengancam laut Merah lagi.

Dampak global: Harga minyak melonjak, penerbangan Timur Tengah lumpuh, dan krisis bahan bakar di Asia. UNESCO prihatin atas kerusakan situs bersejarah di Iran dan Israel.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *