Beranda / Kesehatan / Viral Bayi Hipotermia, Mari Kenali Apa Itu Hipotermia

Viral Bayi Hipotermia, Mari Kenali Apa Itu Hipotermia

Hipotermia merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C, mengancam fungsi organ vital seperti jantung dan otak. Di Aceh yang memiliki musim dingin musiman dan aktivitas outdoor seperti mendaki, pemahaman hipotermia krusial untuk mencegah insiden tragis. Artikel ini menyajikan penjelasan lengkap berdasarkan sumber medis terpercaya.

Definisi dan Pengertian

Hipotermia didefinisikan sebagai penurunan suhu inti tubuh di bawah 35°C akibat kehilangan panas lebih cepat daripada produksinya, yang mengganggu homeostasis tubuh. Menurut dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dari IDAI, kondisi ini adalah gawat darurat karena memperlambat metabolisme seluruh organ. Buku “Buku Pertolongan Hipotermia di Gunung” menjelaskan hipotermia sebagai respons fisiologis terhadap paparan dingin ekstrem, sering terjadi di pegunungan atau air dingin.

Gejala dan Risiko

Gejala hipotermia dibagi berdasarkan tingkat keparahan suhu tubuh.

TingkatSuhu TubuhGejala Utama
Ringan32–35°CMenggigil, kulit dingin pucat, mati rasa, mengantuk, takikardia.
Sedang28–32°CMenggigil berkurang, bicara tidak jelas, kulit kebiruan, penurunan kesadaran, tekanan darah turun.
Berat<28°CKaku otot, bradikardia, pernapasan lemah, pingsan, henti jantung.

Pada bayi, gejala termasuk kulit merah dingin, lemas, dan menolak menyusu; anak dan lansia lebih rentan karena regulasi suhu lemah. Risiko termasuk gagal jantung, pneumonia, hingga kematian jika tak ditangani cepat.

Penyebab

Penyebab utama adalah paparan dingin ekstrem seperti cuaca hujan di gunung, air dingin, atau ruangan tidak ber-AC yang berlebih. Faktor pendukung meliputi pakaian basah tak diganti, alkohol/dehidrasi, dan kondisi medis seperti hipotiroidisme. Anak-anak rentan karena cadangan energi cepat habis, sementara lansia punya termoregulasi buruk. Buku “Cegah Hipotermia Bayi dengan Inisiasi Menyusu Dini” oleh Nuli Nuryanti Zulala menyoroti hipotermia neonatal akibat kedinginan pasca lahir tanpa IMD.

Cara Mencegah dan Penanganan

Pencegahan fokus pada lapisan pakaian hangat, hindari basah, dan batasi eksposur dingin; gunakan topi/sarung tangan di outdoor. Dr. Yogi Prawira, SpA, sarankan “start low go slow” untuk anak di alam dingin.

Penanganan awal: Pindah ke hangat, ganti pakaian kering, bungkus badan (hindari gosok kasar), berikan cairan hangat non-alkohol. Untuk berat, rewarming aktif medis seperti infus hangat atau oksigen; segera ke RS. Buku “Pertolongan Hipotermia di Gunung” tekankan pemantauan denyut nadi dan hindari makan/minum dingin pada korban.

Contoh Kasus

Kasus balita 1,5 tahun hipotermia di Gunung Ungaran (April 2026) viral: dibawa orang tua mendaki saat hujan, dievakuasi SAR dengan tubuh gemetar, kini stabil. Kasus global seperti pendaki Rebecca Wheeler (2019) di Skotlandia meninggal akibat hipotermia meski pengalaman; atau insiden Titanic di mana ribuan korban air dingin Atlantik. Di Indonesia, kasus mendaki Rinjani sering laporkan hipotermia pada wisatawan tak siap.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *