ACEH TAMIANG — Acehline.id | Presiden RI Prabowo Subianto memilih merayakan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Tamiang dengan menunaikan salat Id bersama masyarakat, termasuk warga yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan salat Id berlangsung di Masjid Darussalam dan diikuti ribuan jemaah yang memadati area masjid sejak pagi hari. Kehadiran Presiden disambut takbir yang menggema serta antusiasme masyarakat setempat.
Hadir Bersama Pejabat dan Pemerintah Aceh
Dalam momen tersebut, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat nasional serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Kehadiran para pejabat ini menandai perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi daerah, khususnya wilayah yang sempat terdampak bencana.
Presiden berada di saf terdepan bersama para pejabat negara lainnya saat pelaksanaan salat Id berlangsung khusyuk.

Simbol Kebersamaan dengan Warga Terdampak Bencana
Pemilihan Aceh Tamiang sebagai lokasi salat Id bukan tanpa alasan. Wilayah ini sebelumnya terdampak banjir besar, dan hingga kini masih dalam tahap pemulihan.
Kehadiran Presiden di tengah masyarakat dinilai sebagai bentuk solidaritas dan dukungan langsung kepada warga yang sedang bangkit pascabencana.
Usai pelaksanaan salat, Presiden menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat serta menyerahkan bantuan kepada warga.
Sampaikan Pesan Idulfitri dan Harapan ke Depan
Dalam suasana Idulfitri, Presiden menyampaikan ucapan syukur serta permohonan maaf kepada masyarakat. Ia juga berharap kondisi ke depan semakin baik, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
Pemulihan Aceh Tamiang Hampir Tuntas
Presiden menilai proses pemulihan di Aceh Tamiang menunjukkan progres yang signifikan. Infrastruktur dasar seperti listrik dan hunian bagi warga terdampak sebagian besar telah kembali normal.
Meski masih terdapat beberapa wilayah yang belum sepenuhnya pulih, secara umum kondisi masyarakat dinilai jauh lebih baik dibandingkan saat awal bencana.










