Acehline.id | BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab dipanggil Mualem resmi membentuk Aceh Corporate University (Aceh Corpu) sebagai sistem pembelajaran terintegrasi guna meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh.
Kebijakan strategis ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 800.1.4/212/2026 sebagai upaya mendorong terwujudnya birokrasi berstandar global di Aceh.
Transformasi Pengembangan ASN Secara Terintegrasi
Pembentukan Aceh Corporate University menjadi langkah besar Pemerintah Aceh dalam mentransformasi sistem pengembangan ASN dari pola konvensional menjadi lebih modern dan terintegrasi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas ASN secara berkelanjutan dan sistematis.
Aceh Corpu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih komprehensif, meliputi:
- Pembelajaran formal (pendidikan dan pelatihan)
- Pembelajaran sosial (coaching dan mentoring)
- Pembelajaran berbasis pengalaman (magang dan praktik kerja)
Model ini diharapkan mampu menciptakan ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, profesional, dan berintegritas.
Dorong Birokrasi Berkelas Dunia
Gubernur Aceh menegaskan bahwa pembentukan Aceh Corpu merupakan bagian dari strategi besar dalam membangun birokrasi yang mampu bersaing di tingkat global.
Program ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJM Aceh 2025–2029, yang menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur secara signifikan.
Melalui sistem ini, setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) didorong menjadi learning organization, sehingga proses peningkatan kompetensi tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi langsung dengan kinerja organisasi.

Tidak Sekadar Pelatihan, Tapi Sistem Pembelajaran
Berbeda dengan pelatihan konvensional, Aceh Corporate University menekankan pembelajaran berkelanjutan yang terhubung langsung dengan kebutuhan organisasi.
Konsep ini memungkinkan ASN untuk terus belajar melalui pekerjaan sehari-hari, kolaborasi tim, hingga pengalaman lapangan, sehingga hasilnya lebih aplikatif dan berdampak nyata terhadap pembangunan daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam percepatan reformasi birokrasi di Aceh.
Struktur dan Implementasi
Dalam implementasinya:
- Gubernur Aceh bertindak sebagai pengarah utama
- Kepala BPSDM sebagai koordinator pembelajaran (Chief Learning Officer)
- Unsur pimpinan daerah lainnya terlibat dalam pengembangan kompetensi berbasis keahlian
Skema ini memastikan program berjalan terkoordinasi dan menyentuh seluruh lini pemerintahan daerah.
Kesimpulan
Pembentukan Aceh Corporate University menjadi tonggak baru dalam pengembangan ASN di Aceh. Dengan pendekatan pembelajaran terintegrasi dan berkelanjutan, pemerintah menargetkan lahirnya aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan.










